Welcome to blog Lulu' Mustafiyah

Jumat, 04 Mei 2018

Materi Akidah Akhlak Kelas 12 Bab 5


BAB V

MENELADANI SIFAT UTAMA AL GHAZALI DAN IBNU SINA

A.    PENDALAMAN MATERI



Selanjutnya kalian pelajari uraian berikut ini dan kalian kembangkan dengan mencari materi tambahan dari sumber belajar lainnya

AL GHAZALI
Al Ghazali adalah seorang ulama besar Islam, beliau adalah seorang hujjatul Islam yang banyak menghafal hadis Nabi, beliau dikenal sebagai ahli filsafat dan tasawuf serta banyak mengarang kitab-kitab. Pemikiran-pemikirannya membawa pengaruh pada perubahan dunia. Mari kita mengenal sedikit tentang Imam al Ghazali.

A.     Sejarah Singkat Al Ghazali
Al Ghazali adalah seorang ilmuwan muslim yang dapat kita jadikan acuan dalam bersikap mempertahankan dan menyebarkan agama kita. Nama aslinya adalah Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thusi, Abu Hamid al Ghazali. Nama al Ghazali oleh sebagian ulama disandarkan pada nama daerah asalnya yaitu daerah ghazalah di Thusi. Beliau dilahirkan di kota Thusi pada tahun 450 H. Ayah beliau adalah seorang pengrajin kain shuf (kain yang dibuat dari bulu domba), beliau adalah seorang fakir yang sholeh. Selain menjual kain, pekerjaan beliau yang lain adalah mendatangi ahli fikih dan bermajelis dengan mereka. Setiap mendengar pembicaraan ahli fikih, beliau selalu menangis dan berdo’a agar memiliki anak seorang ahli fikih dan kiranya Allah mengabulkan do’a beliau, al Ghazali menjadi seorang ahli fikih.

Al Ghazali mulai belajar dikala masih kecil, beliau mempelajari fikih dari Syaikh Ahmad bin Muhammad ar Radzakani di kota Thusi. Kemudian beliau melanjutkan belajar ke Jurjan berguru kepada Imam Abu Natshir al Ismail, selanjutnya beliau pergi ke Naisabur untuk belajar kepada Imam Haramain al Juwaini. Dari sinilah belaiu berhasil menguasai fikih madhab Syafi’I dan fikih khilaf, ilmu perdebatan, ushul fikih, mantik, hikmah dan filsafat. Setelah Imam al Haraiman wafat, beliau pergi ke perkemahan Wazir Nidzamul Malik, beliau memenangkan perdebatan dengan para ahli ilmuwan disana akhirnya beliau diangkat menjadi pengajar, sehingga pada tahun 484 H beliau mulai menetap di Bagdad dan mengajar di madrasah An Nidzamiyah pada usia 30 tahun. Dari sinilah kemudian beliau mulai dikenal dan memiliki kedudukan yang terus meningkat.


Al Ghazali adalah orang yang sangat jenius, beliau sangat mahir pada pembahasan tentang fikih, tasawuf dan Ushul. Tetapi beliau lemah dalam pengetahuan tentang ilmu hadis dan sunnah rasul. Beliau lebih menyukai ilmu filsafat, dan sering membedah karya-karya tentang filsafat seperti karya ibnu sina dan yang lainnya.   

B.     Keteladanan al Ghazali
Selain kejiniusan dan semangat tinggi yang dimiliki al Ghazali, banyak keteladan al Ghazali yang dapat kita jadikan panutan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kedudukan dan ketinggian jabatan tidak membuat beliau sombong, congkak dan lebih mencintai dunia. Bahkan terjadi perang batin yang berkecamuk dalam hati beliau, sehingga akhirnya beliau lebih memilih menekuni ilmu-ilmu kezuhudan. Beliau menolak jabatan yang tinggi dan kembali beribadah hanya kepada Allah, ihlas dan memperbaiki jiwa. Sehingga, menurut riwayat yang ada pada bulan Dzulqo’dah tahun 488 beliau melaksanakan ibadah haji dan mengangkat saudaranya yang bernama Ahmad sebagai penggantinya.

Al Ghazali juga dikenal sebagai seseorang yang sangat haus akan ilmu pengetahuan, pada suatu riwayat dikisahkan imam al Ghazali pernah berguru kepada seorang tukang sol sepatu. Beliau dengan ikhlas melaksanakan semua perintah gurunya. Beliau tidak pernah membedakan kedudukan siapapun. Meskipun al Ghazali dikenal memiliki sifat penyanyang dan lembut tetapi al Ghazali adalah tokoh yang sangat tegas, beliau menolak dengan tegas segala bentuk pemikiran filsafat metafisik non Islam, seperti filsafat Aristoteles yang tidak dilandasi keyakinan tentang adanya Tuhan.

C.     Karya-karya al Ghazali
Al Ghazali memiliki banyak karya yang sangat diperlukan oleh manusia di dunia ini. Karya-karyanya tidak saja dijadikan acuan ilmu pengetahuan oleh orang Islam saja tetapi para ilmuwan baratpun menggunakan karya al Ghazali sebagai acuan keilmuwannya. Salah satu karya al Ghazali yang paling terkenal adalah kitab ”Ihya Ulumuddin” yang banyak dijadikan rujukan umat Islam diseluruh dunia termasuk di Indonesia dalam hal mempelajari ilmu Tasawuf.
Diantara karya al Ghazali di bidang ushuluddin dan Akidah antara lain :
1.      Arba’in fi Ushuluddin, merupak juz ke 2 dari Jawahir Qur’an
2.      Qowaid al-’Aqo disatukan dengan Ihya Ulumuddin jilid pertama
3.      Al-Iqtishad fil I’tiqod
4.      Tahaful al Falasifah ( bantahan al Ghazali terhadap pendapat dan pemikiran filsafat dengan menggunakan kaidah madhab Asy’ariyah
5.      Faishal at Tafriqah bayan al Islam wa Zamadiyah.
Selain karya-karya diatas, masih banyak lagi karya-karya al Ghazali dalam berbagai bidang. Banyaknya karya al Ghazali menunjukkan luasnya ilmu yang dimiliki al Ghazali, beliau adalah pakar Fikih yang menguasai Tasawwuf, Filsafat dan ilmu kalam.   
D.     Kisah akhir al ghazali
Pada masa akhir sisa hidupnya, al Ghazali mendirikan sebuah madrasah yang dekat dengan tinggalnya yaitu madrasah khusus untuk orang-orang sufi. Beliau menggunakan waktunya untuk al Qur'an, mempelajari hadis dan berkumpul dengan ahlinya serta melaksanakan ibadah-ibadah lainnya sampai akhir hayatnya.

Dalam sebuah kisah, Abul Faraj Ibnul Jauzi mengisahkan kisah wafatnya imam al Ghazali, kisah ini diperoleh dari Ahmad saudara kandung al Ghazali dan ditulis dalam kitab Ats Tsabit Indal Mamat. Dalam kitab tersebut dikisahkan pada subuh hari senin, saudaraku Abu Hamid (al Ghazali) berwudhu dan sholat. Kemudian dia berkata ”bawa kemari kain kafanku”, kemudian beliau mencium kafan tersebut dan meletakkannya diatas matanya sambil berkata bahwa beliau telah pasrah dan siap menghadapi malaikat maut. Kemudian beliau meluruskan kakinya dan menghadap kiblat. Beliau meninggal sebelum langit menguning atau sebelum pagi datang. Subhanallah !
            IBNU SINA

Ibnu Sina adalah seorang ahli filsafat, ilmuwan, dokter serta seorang penulis yang  aktif pada jaman keemasan Islam. Pada jaman tersebut banyak ilmuwan yang menerjemahkan buku ilmu pengetahuan yunani, Persia dan india. Ibnu Sina di barat dikenal dengan sebutan Avicenna.  Berikut biografi Ibnu Sina:
A.     Riwayat Singkat Ibnu Sina
Ibnu Sina lahir pada tahun 370 H di Afsyahnah di daerah dekat Bukhara (sekarang Ubekistan, Persia). Nama asli beliau adalah Abu Ali al Husayn bin Abdullah bin Sina, memiliki gelar “Asy-Syaikh Ar-Ra’is”. Beliau berasal dari keluarga berbangsa persi dan bermadhab ismailiyah yang terbiasa membahas masalah keilmuan terutama bersama ayahnya. Ayahnya adalah seorang gubernur pada masa kerajaan Samaniyah (819 M-1005 M). Ibnu Sina adalah anak yang cerdas, karena kecerdasannya inilah membuat seorang guru menasehati ayahnya untuk tidak memberikan pekerjaan apapun kepada Ibnu Sina kecuali mempelajari ilmu pengetahuan.

Ibnu Sina mulai mempelajari al Qur’an pada usia 5 tahun dan dapat menghafal al Qur’an pada usia 10 tahun. Beliau mulai belajar sendiri setelah usianya 16 tahun, hari-harinya beliau habiskan di perpustakaan, beliau menyukai ilmu kedokteran dan metafisik. Ibnu Sina berguru kepada Abu Muhammad an Natli tentang ilmu al Qur’an, fikih, mantik, ilmu hisab, sains, fisika dan astronomi. Pada usia 18 tahun beliau berhasil menjadi seorang dokter.

B.     Keteladanan Ibnu Sina
Ibnu Sina adalah seorang ilmuwan dan ensiklopedis besar, beliau juga dikenal jenius dan memiliki daya berfikir yang sangat kuat. Karena kejeniusannya inilah beliau dapat mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan. Beliau selalu haus akan ilmu, hari-harinya dihabiskan di dalam perpustakaan, meskipun sudah memiliki banyak karya, Ibnu Sina tidak merasa puas atau cukup kemudian berhenti dalam mencari ilmu. Selain cerdas, Ibnu sina adalah seorang yang taat kepada Allah, kreatif, tidak mengenal putus asa, gigih, tabah dan tekun dalam mempelajari ilmu pengetahuan.

Ibnu Sina dikenal sebagai seorang dokter yang handal, beliau dapat mengobati berbagai macam penyakit, tetapi ketika berhasil mengobati pasiennya beliau tidak pernah meminta imbalan darinya.

C.     Karya-karya Ibnu Sina
Meskipun Ibnu Sina lebih menonjol pada bidang filsafat dan kedokteran, tetapi beliau juga memiliki banyak kemampuan sehingga banyak memberikan kontribusi bagi ilmu-ilmu lainnya. Beliau banyak menulis buku-buku dalam bidang pengetahuan alam, matematika, astronomi, geometri, musik, bahasa, teologi dan psikologi. Buku-buku beliau banyak diterjemahkan ke dalam bahasa eropa dan menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi orang-orang eropa.

Ibnu Sina banyak memiliki karya baik berupa surat-surat, buku ataupun ensiklopedia, karya beliau diperkirakan mencapai 276 buah. Diantara karya-karya Ibnu Sina adalah :
1.      Kitab Al Qanun Fith Thib
2.      Kitab Arjuzah Ibnu Sina Ath-Thibbiyah
3.      Mausu’ah Asy-Syifa’
4.      Kitab Asbab Huduts Al Huruf

D.     Kisah Akhir Ibnu Sina
Ibnu Sina meninggal pada usia 58 tahun pada tahun 428H/1037M dalam perjalanan bersama raja Isfahan, lalu dimakamkan di Hamadan. Bukan hanya umat Islam yang kehilangan tetapi seluruh umat yang banyak memanfaatkan karya-karyanya terutama dalam bidang kedokteran.



KESIMPULAN


1.    Al Ghazali adalah seorang ilmuwan Islam yang mendalami bidang filsafat.
2.    Semangat al Ghazali dalam mencari dan mendalami ilmu pengetahuan patu dijadikan contoh pagi pemuda masa sekarang.
3.    Al Ghazali dan Ibnu Sina adalah ilmuwan yang tidak hanya diakui dan dibanggakan dikalangan umat Islam saja tetapi diakui dan dibanggakan oleh para ilmuwan eropa atau barat.
4.    Ibnu Sina adalah seorang ilmuwan yang cerdas dan taat kepada Allah, serta memiliki semangat yang tinggi sehingga tidak mudah menyerah.
Ilmu penegetahuan harus selalu diimbangkan dengan ketaatan kepada Allah swt.




Sumber: Buku Ajar Akidah Akhlak MA kelas XII K13 Kementrian Agama  Tahun 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar